Bagaimana cara mencintai Rosulullah?

Pembaca - رحمك الله -, sebuah pertanyaan menarik, Bagaimana cara mencintai Rosulullah?

Allah berfirman
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَىِ اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S. 49 : 1)

Ayat ini menjelaskan tentang larangan mendahului Allah dan RasulNya dalam segala urusan. Allah perintahkan kita untuk senantiasa tidak tergesa-gesa dalam segala sesuatu dan hendaknya mengikuti (i'tibba) kepadanya dalam segala urusan. - read tafsir Ibnu Katsir.

Pembaca -رحمك الله-, pada tulisan kali ini, saya hanya merujuk pada 2 ayat Alquran, namun sebenarnya banyak ayat lain yg menjelaskan mengenai bagaimana cara mencintai Rosulullah. 

Ayat di atas menjelaskan secara tegas tentang larangan berbuat mengadakan sesuatu yang baru dalam perkara ibadah. Karena hal itu jauh dari sikap yang menggambarkan kecintaan kepada Nabi Sholallahu alahi wasallam. 
Allah berfirman 
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S. 3 : 31)

_____
Demikian semoga bermanfaat untuk kamu dan saya.

wa shallallahu ‘ala nabiyyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Muhamad Mahfud
@mhamadmahfud

Komentar